jangan ada lagi saling menghujat, saudari
Dari napas hati tersuci
Untuk kembai membangun jati diri
Napas-napas pancasila yang luhur
Adalah hembusan cita-cita Mulya nan Agung
Panorama Nusantara
Adalah surga kemakmuran kita
Sepanjang sabang sampai merauke
Berdaulat. Berdiri tegak, gagah wajah Bangsa
Akankah pudar seiring datang peradaban baru
Nusantaraku yang elok di Negaraku
Garudaku yang gagah perkasa
Semangat leluhurku masihkah tersisa? sandiwara-sandiwara penerusmu
Akankah selalu membabi buta, lebih tak bermanusiawi
Semangat pendiri Bangsaku
Engkau tumpahkan pengorbanan jiwa-raga
Menghapusakan penderitaan pisik yang nyata
Awal dari penyiksaan baru
Negaraku, nelangsa Rakyatmu di peras sepanjang masa
Gerbang kemerdekaan memang terbuka
Alih-alih merdeka tapi, masih tetap sama
Tunas-tunas penerus kelanggengan Bangsa
Pemuda adalah tumpuan terdepan
Enyahkan ha-ha negatif yang (mencela) membudaya
Mulyakan Bangsa Indonesia
Untuk membumingkan Pancasila
Damai, tentram, sejahtra di bumi pertiwi tercinta
Adalah mutlak Hak kita
jumaenah
Selasa, 19 Maret 2013
Kamis, 17 Januari 2013
Kan indah pada waktunya
Kuterima apa yang kulalui
Akhirnya kudapat merasakan rasa
Meski masih tersisa
Ku mampu mengendalikannya
Indahnya dua dunia yang kucari
Masih jauh tuk kuselami
Mestinya kusadar diri
Oh, betapa besarnya rasaku
Duluku tak kuasa mendamba
Karena terlalu menginginkannya
Kini kan kujalani dan kucoba
Agar tak sepotong hati
Rona itu tak harus padam
Raksasa di balik jiwaku masih utuh
Namun ku coba cerna apa yang ada
Inilah kehidupan yang kujalani
Yang harus kutitih dengan tumbah juang
Kuberserah pasrah
Karena semua ini kan indah pada waktunya
Akhirnya kudapat merasakan rasa
Meski masih tersisa
Ku mampu mengendalikannya
Indahnya dua dunia yang kucari
Masih jauh tuk kuselami
Mestinya kusadar diri
Oh, betapa besarnya rasaku
Duluku tak kuasa mendamba
Karena terlalu menginginkannya
Kini kan kujalani dan kucoba
Agar tak sepotong hati
Rona itu tak harus padam
Raksasa di balik jiwaku masih utuh
Namun ku coba cerna apa yang ada
Inilah kehidupan yang kujalani
Yang harus kutitih dengan tumbah juang
Kuberserah pasrah
Karena semua ini kan indah pada waktunya
Sabtu, 12 Januari 2013
malam-malam
Aku berharap dimalam sesunyi ini
Aku tidak teringat padamu kembali
Karena aku lelah menanti yang tak pasti
Aku tak pernah berhasil mendepak ilusi
Meski aku tengah berkeras hati
Melupakan jejak-jejakmu di sanubari
Aku ingin kau tidak datang dalam mimpi
Karena kau kejam telah memulai semjua ini
Aku merana dalam dekapan kehampaan
Aku tidak teringat padamu kembali
Karena aku lelah menanti yang tak pasti
Aku tak pernah berhasil mendepak ilusi
Meski aku tengah berkeras hati
Melupakan jejak-jejakmu di sanubari
Aku ingin kau tidak datang dalam mimpi
Karena kau kejam telah memulai semjua ini
Aku merana dalam dekapan kehampaan
Galau
Langganan:
Komentar (Atom)