Aku tenggelam dalam sunyi yang menenggelamkanku
Dan kini kekosongan dirayu dibujuk pilu
Terasa sempurnalah kehampaan dalam hidupku
Jika saja tak ada usaha sekuat tenaga untuk maju
Kesia-siaan hanya ada pada perhentian harapan
Musibah besar akan mengubur perjuangan
Tatkala keyakinan kalah dan kocar-kacir
Terbirit-birit tergesa dirayu oleh samudra kelabu
Selasa, 22 Maret 2011
sepiku
sekian lama aku terpenjara
Oleh kebisuan jiwa
Kini aku terikat sepi
Yang menjebak ilusi
Tak tergambarkan
Tak pernah terbayang
Jika aku harus menyelami
Kesendirian yang tak bertepi
Hidupku terasa beku
Di kutuk kejam sembilu
Kini kusadari arti
Hari yang di penuhi pelangi
Oleh kebisuan jiwa
Kini aku terikat sepi
Yang menjebak ilusi
Tak tergambarkan
Tak pernah terbayang
Jika aku harus menyelami
Kesendirian yang tak bertepi
Hidupku terasa beku
Di kutuk kejam sembilu
Kini kusadari arti
Hari yang di penuhi pelangi
selalu tentang sepi
Seribu sepi menemani
Hingga di ujung hari
Tiada senja yang menari-nari
Tiada pula warna pelangi
Hanya hening mendekap hati
Menyisakan kebisuan ini
Haripun terasa terputus dari mimpi
oh lelah ....tiada terobati
Menanti warna-warni
Hingga di ujung hari
Tiada senja yang menari-nari
Tiada pula warna pelangi
Hanya hening mendekap hati
Menyisakan kebisuan ini
Haripun terasa terputus dari mimpi
oh lelah ....tiada terobati
Menanti warna-warni
Dengarkanlah
Desahan rintih terjerebab sepi
Mengaung memecah sunyi
Seolah takan terobati
Ribuan butir kesedihan menjera diri
Tiada bercak ,rasa berontak ini
Daya upaya hanyalah inti sari
Selalu jiwa melolong ini
Terbom bardir mimpi
Meratakan harapan kini
Menyisakan kemurungan di hati
Karena kehidupan yang harus di taati
Juga proses harus yang harus di penuhi
Mengaung memecah sunyi
Seolah takan terobati
Ribuan butir kesedihan menjera diri
Tiada bercak ,rasa berontak ini
Daya upaya hanyalah inti sari
Selalu jiwa melolong ini
Terbom bardir mimpi
Meratakan harapan kini
Menyisakan kemurungan di hati
Karena kehidupan yang harus di taati
Juga proses harus yang harus di penuhi
Apakah
Apakah kau pernah merasa sendirian
Merasa perih waktu yang menyelimuti
Sesaknya dada tertusuk sepi
Dan begitu lambatnya waktu berjalan
Menghancurkan jernih pikiran
Membuat prasangka hujatan
Dan kau tersesat kembali
Seakan tak mampu lagi berdiri
Merasa perih waktu yang menyelimuti
Sesaknya dada tertusuk sepi
Dan begitu lambatnya waktu berjalan
Menghancurkan jernih pikiran
Membuat prasangka hujatan
Dan kau tersesat kembali
Seakan tak mampu lagi berdiri
untuk impian
Aku ingin menciptakan sayap
Untuk masa depan yang ingin ku santap
Sungguh terlalu sangat melejit
Dasar ingin entah terlalu sempit
Karena angan yang terlanjur memuncak
Godaan inginpun meledak
Ku titih hari demi hari penuh harap
Ku tunggu dengan senjata doa dalam hidup
Meski lelah, perih untuk menghadapi
Namun yakin tuk membangun mimpi
Untuk masa depan yang ingin ku santap
Sungguh terlalu sangat melejit
Dasar ingin entah terlalu sempit
Karena angan yang terlanjur memuncak
Godaan inginpun meledak
Ku titih hari demi hari penuh harap
Ku tunggu dengan senjata doa dalam hidup
Meski lelah, perih untuk menghadapi
Namun yakin tuk membangun mimpi
doaku untuk impian
YA...ALLAH berikan aku rizky
Untuk membangun mimpi
Hanya Engkau yang mengetahui
Betapa meluapnya angan-angan ini
Sungguh sulit menerjang penghadang
Untuk rasa rindu yang tak terbentang
Luapan cita yang tak tertahan
Meletup tak ingin teralihkan
Bersandar pada kesabaran
Rasa pahit menghimpit menyesakan
Harapan angan yang tak di ketahui
Yang tak terdeteksi para insani
Menyiksa dengan percikan -percikan
Terus merangkak mencoba bertahan
Hanya seuntai pengorbanan
Untuk menjernihkan masa depan
Sebatas usaha untuk mengalihkan
Tipu daya yang mematikan
Hanya Engkau maha mengetahui
Ku berserah dalam lelah
Memohon ampun penuh pasrah
Untuk membangun mimpi
Hanya Engkau yang mengetahui
Betapa meluapnya angan-angan ini
Sungguh sulit menerjang penghadang
Untuk rasa rindu yang tak terbentang
Luapan cita yang tak tertahan
Meletup tak ingin teralihkan
Bersandar pada kesabaran
Rasa pahit menghimpit menyesakan
Harapan angan yang tak di ketahui
Yang tak terdeteksi para insani
Menyiksa dengan percikan -percikan
Terus merangkak mencoba bertahan
Hanya seuntai pengorbanan
Untuk menjernihkan masa depan
Sebatas usaha untuk mengalihkan
Tipu daya yang mematikan
Hanya Engkau maha mengetahui
Ku berserah dalam lelah
Memohon ampun penuh pasrah
menunggu
Terlalu lama aku menunggu
Hingga tulang-tulangku beku
Hati dan jiwaku bersatu
Dalam angan kelabu
Menapaki hari yang mengiris pilu
Di detik dimana aku tersedu
Meratap pada pahit hidupku
Ketika cahaya hati berbisik merdu
Aku dibawa terbang kelangit biru
Seolah aku pastikan bertemu
Dengan ribuan doa yang kutunggu
Hingga tulang-tulangku beku
Hati dan jiwaku bersatu
Dalam angan kelabu
Menapaki hari yang mengiris pilu
Di detik dimana aku tersedu
Meratap pada pahit hidupku
Ketika cahaya hati berbisik merdu
Aku dibawa terbang kelangit biru
Seolah aku pastikan bertemu
Dengan ribuan doa yang kutunggu
Selasa, 15 Maret 2011
EROFA
kemegahan berbalut elegan
Kecantikan berbedak ke elokan
Keindahan berselimut ketakjuban
Yangtak tergambarkan
Yang membayang - bayang
Betapa aku tergoda tak berdaya
Olehmu Eropa
Yang menyajikan keindahan dunia
Eropa yang berpesona
Ingin aku larut di sana
Mencicipi keajaiban yang sesungguhnya
Menbuncahkan rasa takjub
Yang tak terbendung
Ingin kupeluk dan kurauh
Kejayaan sepanjang masa
Di sana terasa
Masa lalu dan sekarang begitu nyata
Sepenuh hati aku menginginkan
Meski hanya sekedar hembusan
Eropa.....aku selalu mendanba
Dan aku selalu merindu
Meski tak pernah bertemu
Seluruh daya tarikmu impian
Hingga aku takbisa mengungkap
Pada takjud yang tak terucap
Aku tak bisa menyingkab kata-kata
Aku terlalu amatiran untuk menggambarkan eropa
Tapi, aku jatuh cinta
6Agustus 2010
Kecantikan berbedak ke elokan
Keindahan berselimut ketakjuban
Yangtak tergambarkan
Yang membayang - bayang
Betapa aku tergoda tak berdaya
Olehmu Eropa
Yang menyajikan keindahan dunia
Eropa yang berpesona
Ingin aku larut di sana
Mencicipi keajaiban yang sesungguhnya
Menbuncahkan rasa takjub
Yang tak terbendung
Ingin kupeluk dan kurauh
Kejayaan sepanjang masa
Di sana terasa
Masa lalu dan sekarang begitu nyata
Sepenuh hati aku menginginkan
Meski hanya sekedar hembusan
Eropa.....aku selalu mendanba
Dan aku selalu merindu
Meski tak pernah bertemu
Seluruh daya tarikmu impian
Hingga aku takbisa mengungkap
Pada takjud yang tak terucap
Aku tak bisa menyingkab kata-kata
Aku terlalu amatiran untuk menggambarkan eropa
Tapi, aku jatuh cinta
6Agustus 2010
DOA
YA ALLAH ......aku berharap
Menghiba hanya kepadaMU
Memohon dengan segenap hati dan jiwa
Hanya Engkau maha mengetahui
Raungan hambamu ini
Kepadamu kupasrahkan sejuta impian
Engkau tau insyan manapun yang terlunta
Dan Engkau mendengar setiap jeritan hamba
Aku sipendosa tak tau diri
Merintih agar segera mengecup mimpi
Aku lemah tanpa daya
Dalam upaya yang belum berupa
Menghiba hanya kepadaMU
Memohon dengan segenap hati dan jiwa
Hanya Engkau maha mengetahui
Raungan hambamu ini
Kepadamu kupasrahkan sejuta impian
Engkau tau insyan manapun yang terlunta
Dan Engkau mendengar setiap jeritan hamba
Aku sipendosa tak tau diri
Merintih agar segera mengecup mimpi
Aku lemah tanpa daya
Dalam upaya yang belum berupa
Gelombang
kutelan sebuah kekosongan derita
Terasa mencekik terlalu hampa
Membuat ruang ratapan tanpa nyawa
Terseok terkikis rasa
Alunan hidup enggan bercahaya
Jiwa kering terperas dahaga
Di setiap sudut ruang jiwa
Terselip angan hembusan dari surga
Namun belenggu penjara
Mengutuk terlalu murka
Rencana demi rencana
Hanya sebatas pelipur lara
Tetes air mata
Menjadi saksi nyata
Rasa dahaga menjadi kian sempurna
20-08-2010
Terasa mencekik terlalu hampa
Membuat ruang ratapan tanpa nyawa
Terseok terkikis rasa
Alunan hidup enggan bercahaya
Jiwa kering terperas dahaga
Di setiap sudut ruang jiwa
Terselip angan hembusan dari surga
Namun belenggu penjara
Mengutuk terlalu murka
Rencana demi rencana
Hanya sebatas pelipur lara
Tetes air mata
Menjadi saksi nyata
Rasa dahaga menjadi kian sempurna
20-08-2010
Sejatinya
Sejatinya...........
Kami selalu menjadi korban
Oleh kobaran -kobaran ketamakan
Hak -hak kami di telanjangi lalu di kuliti
Tapi para mafia pajak di perisai
Kami benar - benar di suguhi tontonan
Tipu daya muslihat yang maha membosankan
Dulu kami di siksa koloni
Sekarang di injak teman sendiri
Keadilan bagi seluruh rakyat indonesia
Itu adalah keagungan pancasila
Sungguh,miris nurani ini
Karna keagungan serta ketinggiannya tak lagi di hargai
Sibodoh di nina bobokan
Dengan mudah oleh sogokan - sogokan
Yang berilmu di suapi devisa
Juga diberi tunjangan tahta
Yang miskin di paksa semakin susah nelangsa
Yang kaya lebih sumringah bahagia
Sejatinya ,ini adalah tipu daya
Untuk bangsa lupa martabat tak lagi berbudaya
Ahad 27februari2011
Kami selalu menjadi korban
Oleh kobaran -kobaran ketamakan
Hak -hak kami di telanjangi lalu di kuliti
Tapi para mafia pajak di perisai
Kami benar - benar di suguhi tontonan
Tipu daya muslihat yang maha membosankan
Dulu kami di siksa koloni
Sekarang di injak teman sendiri
Keadilan bagi seluruh rakyat indonesia
Itu adalah keagungan pancasila
Sungguh,miris nurani ini
Karna keagungan serta ketinggiannya tak lagi di hargai
Sibodoh di nina bobokan
Dengan mudah oleh sogokan - sogokan
Yang berilmu di suapi devisa
Juga diberi tunjangan tahta
Yang miskin di paksa semakin susah nelangsa
Yang kaya lebih sumringah bahagia
Sejatinya ,ini adalah tipu daya
Untuk bangsa lupa martabat tak lagi berbudaya
Ahad 27februari2011
Selasa, 08 Maret 2011
Jerit petani kere
Kemiskinan bukan didepan mata
Tapi,menjalar dan menyelimuti dengan nyata
Begitu jugaketidak adilan yang meraja lela
Menghimpit membuat kami tak berdaya
Kemakmuran petani kere benar tak ada
Karena,jerih payah peluh tak lagi berharga
Petani kere bosan dengan dusta
siti jumaenah 24feb2011
Tapi,menjalar dan menyelimuti dengan nyata
Begitu jugaketidak adilan yang meraja lela
Menghimpit membuat kami tak berdaya
Kemakmuran petani kere benar tak ada
Karena,jerih payah peluh tak lagi berharga
Petani kere bosan dengan dusta
siti jumaenah 24feb2011
Miskiiiiiin
Prahara derama nyata
Menggulung gelombang ,menggonjang ganjing
Peluh harap,parah .Kering -kerontang
Menggonggong ,mengaung ,mengerang
Tat ada yang dengar
Dan tak ada lagi yang mau peduli
Kerisis kepercayaan telah menjaya
Mereka buta hati buta jiwa
Karena, senggaja menyumbat telinga
Wahai.....raja koruptor yang aggung
Tolong sisakan sedikit uang
Untuk rakyat jelata yang malang
miskin....miskin ....miskin ....
Rakyat miskin harta
Wakil rakyat miskin nurani jiwa
Kemiskinan memayungi bangsa
Bumi pertiwi tak lagi berduka
Habis air mata tak tersisa
Kasihan petempur negara
Mereka di kubur nelangsa
Wahai......pahlawan depisa
Engkau miskin dan disiksa
Kantong pejabat yang maha kaya
Mereka menimbun devisa
Kita yang luar biasa sengsara
jumeenah, 24pebruari2011
Menggulung gelombang ,menggonjang ganjing
Peluh harap,parah .Kering -kerontang
Menggonggong ,mengaung ,mengerang
Tat ada yang dengar
Dan tak ada lagi yang mau peduli
Kerisis kepercayaan telah menjaya
Mereka buta hati buta jiwa
Karena, senggaja menyumbat telinga
Wahai.....raja koruptor yang aggung
Tolong sisakan sedikit uang
Untuk rakyat jelata yang malang
miskin....miskin ....miskin ....
Rakyat miskin harta
Wakil rakyat miskin nurani jiwa
Kemiskinan memayungi bangsa
Bumi pertiwi tak lagi berduka
Habis air mata tak tersisa
Kasihan petempur negara
Mereka di kubur nelangsa
Wahai......pahlawan depisa
Engkau miskin dan disiksa
Kantong pejabat yang maha kaya
Mereka menimbun devisa
Kita yang luar biasa sengsara
jumeenah, 24pebruari2011
Langganan:
Komentar (Atom)