Selasa, 15 Maret 2011

Gelombang

kutelan sebuah kekosongan derita 
Terasa mencekik terlalu hampa 
Membuat ruang ratapan tanpa nyawa 
Terseok terkikis rasa 
Alunan hidup enggan bercahaya 
Jiwa kering terperas dahaga 

Di setiap sudut  ruang jiwa
Terselip angan hembusan dari surga 
Namun belenggu penjara 
Mengutuk terlalu murka
Rencana demi rencana 
Hanya sebatas pelipur lara  
Tetes air mata 
Menjadi saksi nyata 
Rasa dahaga menjadi kian sempurna 


  20-08-2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar