Ketika datang gejolak yang penuh gelora
Semburan dijiwa begitu membara
Aku kembali menyusuri rencana
Untuk menggapai puncak menara
Dalam guyuran air deras mata
Tersisip nada-nada sang surya
Ketika ku dibuat meraung
Akupun terluka
Bagaimanakah sikap pemimpi sejati yang sesungguhnya
Aku membutuhkan bensin untuk memompa tenaga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar