Kamis, 19 April 2012

Buku II


Selalu ada yang hidup ketika kuberkutat dengannya Jiwaku dibawa melang-lang buana Jauh,jauh ketempat yang tak kasat mata Pengamatanku tentang pengetahuan amat lemah Ketika itu berlangsung dadaku ikut bergetar Sungguh amat nikmat mengingat nyataku kini Dunia belum mengakui keberadaanku Dengannya,bersamanya aku tersirami kesejukan-kesejukan hidup Aku amat terlena dibuai angan-anganku Ingin segera kusinggahi dan kutemui Wujud-wujud bujukan itu

Duka dan Lara


Segudang cerita tentang seribu duka Bukti nyata bahwa hanya ada luka Bias-bias itu kian muram tampa rona Kenyataan bicara memiris nurani dijiwa Para pemberani itu tidak takut menggadaikan nyawa Mereka bukan tidak betah tetap di Nusantara Aku dengar nyanyian puilu yang ada Akupun lihat lara yang semakin mendurja Hanya sebagai pengelabuhan semata Penghormatan sebagai pahlawan devisa Nyata keadilan untuknya seolah buta Tuntutan hidup yang semakin membudaya Hingga mengais nafkah harus ke Negri tetangga Alih-alih berharap bisa kaya Fakta yang ada hanya duka dan luka

Bintang


Aku duduk di bawah langit berpayung bintang Dalam gelap,kurasakan takjub kenikmatan tiada tara Hingga mata ini sungguh tak ingin beranjak Aku selalau menunggu-nunggu saat seperti ini Meski luka-luka dihati menimbun dadaku Dan rindu-rindu yang tak mampu kulampiaskan Lagu cinta yang melantun paling kubenci Karena rasa sakit mengoyak dengan tikaman amat keji Aku sungguh terpuruk dalam jebak malam pekat Keindahan yang tak terhingga itu sebagai penghipur laraku Kini aku makin tak ingi beranjak Meski air muka membanjiri pipi Aku tak bisa apa-apa dalam kehampaan kelam Aku terus menunggu bintang-bintang itu berjatuhan Lalu hinggap dan menetap di dalam dadaku

Buku I


Aku bukan kutu buku Namun setiap kali aku berusaha menyelaminya Selalu,selalu ada yang menjerat dan menarik-narik Membujukku ke satu tujuan Atau mengajaku untuk merasakan Hal yang jauh untuk kulampui saat ini Aku telah di beri mimpi Yang mempengaruhi imazinasi Terkadang tersiksa karena betapa kuat getaran itu Hingga aku pilu membayangkan Karena terlalu membutuhkannya Yang mendera diriku saat ini begitu Hingga aku bertekad menghidupkannya