Bintang
Aku duduk di bawah langit berpayung bintang
Dalam gelap,kurasakan takjub kenikmatan tiada tara
Hingga mata ini sungguh tak ingin beranjak
Aku selalau menunggu-nunggu saat seperti ini
Meski luka-luka dihati menimbun dadaku
Dan rindu-rindu yang tak mampu kulampiaskan
Lagu cinta yang melantun paling kubenci
Karena rasa sakit mengoyak dengan tikaman amat keji
Aku sungguh terpuruk dalam jebak malam pekat
Keindahan yang tak terhingga itu sebagai penghipur laraku
Kini aku makin tak ingi beranjak
Meski air muka membanjiri pipi
Aku tak bisa apa-apa dalam kehampaan kelam
Aku terus menunggu bintang-bintang itu berjatuhan
Lalu hinggap dan menetap di dalam dadaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar