Kamis, 19 April 2012

Bintang


Aku duduk di bawah langit berpayung bintang Dalam gelap,kurasakan takjub kenikmatan tiada tara Hingga mata ini sungguh tak ingin beranjak Aku selalau menunggu-nunggu saat seperti ini Meski luka-luka dihati menimbun dadaku Dan rindu-rindu yang tak mampu kulampiaskan Lagu cinta yang melantun paling kubenci Karena rasa sakit mengoyak dengan tikaman amat keji Aku sungguh terpuruk dalam jebak malam pekat Keindahan yang tak terhingga itu sebagai penghipur laraku Kini aku makin tak ingi beranjak Meski air muka membanjiri pipi Aku tak bisa apa-apa dalam kehampaan kelam Aku terus menunggu bintang-bintang itu berjatuhan Lalu hinggap dan menetap di dalam dadaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar