Sekian lama aku tersesat
Kenapa aku terlambat
Terlambat menyadari dalam cintamu
Menyadari kau urat nadiku
Menyadari kau udara yang ku hirup
Menyadari perasan perih tulusmu
Kau telah menentang segala bahaya
Bahkan maut sekalipun
Kau menyalurkan napas
Saat kau mempertaruhkan nyawa di ujung kematian
Saat kau merasakan daging terkoyak
Urat yang bagai terputus-putus
Dan darah yang mendidih mengalir
Aku lupa.....Aku lalai
Akan jeritan dan rintihanmu
Akan lengkingan sakitmu
Akan derasnya keringat panas dinginmu
Akan kelelahan yang mendera tubuhmu
Aku lupa .....segalanya
Aku terlambat menyadari bakti yang sesungguhnya
Seberapa pun banyak mutiara yang akan kupersembahkan
Takan mampu menggantikan cinta dan pengorbananmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar