Kamis, 07 April 2011

IBUNDA

Sekian lama aku tersesat 
Kenapa aku terlambat
Terlambat menyadari dalam cintamu 
Menyadari kau urat nadiku 
Menyadari kau udara yang ku hirup
Menyadari perasan perih tulusmu
Kau telah menentang segala bahaya 
Bahkan maut sekalipun
Kau menyalurkan napas 
Saat kau mempertaruhkan nyawa di ujung kematian 
Saat kau merasakan daging terkoyak 
Urat yang bagai terputus-putus 
Dan darah yang mendidih mengalir 
 
Aku lupa.....Aku lalai
Akan jeritan dan rintihanmu 
Akan lengkingan sakitmu 
Akan derasnya keringat panas dinginmu 
Akan kelelahan yang mendera tubuhmu 
Aku lupa .....segalanya 
Aku terlambat menyadari bakti yang sesungguhnya
Seberapa pun banyak mutiara yang akan kupersembahkan 
Takan mampu menggantikan cinta dan pengorbananmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar