Kukira pertahanan ini kokon nan kuat
Tapi, ternyata aku salah total
Kupikir aku tidak akan terjerumus
Pada rasa yang sesungguhnya tidak boleh kumiliki
Ini tak pantas bukan tempatku untuk
membuka hati
Aku benci dan merasa hina
Atas apa yang mengalir di dalam dada
Benar, aku tidak begitu dalam
Sampai berkeinginan memilikinya
Meski begitu , aku merasa kotor seperti sampah
Aku hanya debu yang jauh dari berarti
Sedangkan dia sesosok yang berupa keharuman
Dimatanya terdapat impian keindahan
Dia memiliki senyum berselimut madu
Aku mengutuk diriku sendiri
Karena telah menyelipkan sinar itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar