Sampai kapan ini begini
Tuhan, meski aku tau dan menyadarinya
Mungkin saja dia bukan untuk diri ini
Kejelasan bayangannya semakin menjadi-jadi
Air mata untuknya tak terpungkiri
Beginikah nelangsa cinta sok sejati
Kulihat sepasang warna handuk, dia yang terpatri
Juga saat sejodoh sikat gigi, tentangnya memutarai
Ya. Dimanapun dia ada dimana-mana
Lukisan perasaanku yang terbentang lapang
Hanya tersedia untuk dirinya
Entahlah dia itu lagu dalam hidupku
Atau hanya sebuah empedu
Keduanya serupa nan senanda
Aku tengah belajar memasrahkan diri
Pada Tuhanku, yang paling Maha memiliki
Untuk dapat lepas dari lekat dan padatnya
Dia di dalam hati
Semoga saja bisa dan lebih mudah dari yang bayang
Untuk melipakan tentangnya yang ada di mana-mana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar