Senin, 03 Oktober 2011

Rindu yang tak tertahan

Bagaimana ini, jiwaku seolah melayang-layang 
Hatiku terbagi dua, hanya ada raga yang utuh 
Pikirku semakin memuncak berada di lain tempat 
Setiap hari aku larut dalam angan serupa 
Ketika detik itu berputar aku tidak bisa menolak
Kerinduan yang mencekik semakin terasa sesak 
Seiring berjalannya waktu, kenapa tampak makin jelas 
Kadang kala aku berusaha mengalihkan tapi, aku selalu tak mampu 
Penyakit yang menderaku sungguh menyakitkan 
Aku tidakingin bertambah parah menjadi semakin dalam 
Diriku terlalu sangat ingin kembali berada di masa itu 
Rinduku tidak tertahan,aku takut karena gangguan ini  mencekam 
Hatiku, jiwaku di tusuk sembilu angan yang membeku

pujian untuk KORUPTOR

Salut pada Wakil Rakyat yang mendahulukan 
keinginan berlayar di atas lautan materi Haram
Dari pada menuruti nurani untuk membangun 
citra Negri
Publik mual dengan tingkah kepalsuan yang nyata 
kerinduan akan kejayaan perlahan semakin sirna 
Ketidak jelasan, carut-marut perbuatan MEREKA 
mengukir sejarah kelam

Masihkah ada yang bisa melihat keperkasaan 
wibawa sisa-sisa pahlawan terdahulu

Hanya tindakan pengotoran bumi pertiwi yang 
di torehkan penghianat keji 

Perestasi menjijikan itu kian mewabah 
ulah-ulah demikian semakin menjadi 

Dahulu terlahir pahlawan pencetus Revolusi 
belakangan kini bermunculan Raja-raja korupsi  

semangat

Aku tidak ingin tersessat lagi seperti waktu itu, aku ingin selalau bwrjalan dengan semburan-semburan
kenikmatan yang kini hinggap di dadaku

Bling-bling yang mengisi hatiku, sungguh aku tidak ingin ia berpaling sampai kapan pun di sepanjang waktu

Aku membutuhkannya, dia yang membuat harapanku kuat mengokohkan pondasi semangat hidupku

Masa- masa gelap yang menyesakan aku ingin mendepak kesuraman yang meneror itu

Hatiku kini berbunga lagi di sirami tetesan sejuk yang bersemayam di kalbu

Aku yakin,hembusan ini jawaban dari usahaku mengalihkan bisikan Raja belenggu

Minggu, 25 September 2011

MR. Perfic

Aku tidak pantas merindukanya 
Dan aku  tidak harus mendambakannya
Dialah sosok yang menjadi impian 
Alangkah sempurnanya wajah rupawan 
Aku,hingga tidak bisa menolak imazinasi 
Dalam otakku yang mengukir kepalsuan ilusi 

Aku adalah aku dia adalah dia 
Dia dan aku tidak mungkin bersatu 
Aku terlalu jauh jika ingin dirinya 
Dan kami tidak mungkin untuk bersama 
Diantara pertempuran membatin 
Aku takluk pada kekalahan 
Aku tetap menginginkannya 
Dia,tidak mungkin membalasnya 
Aku tau dan aku menyadari  kenyataan 
Dia bukan untukku meski dalam hayalan
 

mereka

Mereka tidak tau malu serta pemuja nafsu 
Lebih memalukan dari penari tanpa baju 

Mereka lebih tamak dari hewan pengerat 
Hingga menyepelekan keadilan Akherat 

Mereka tertawa dalam kemewahan 
Menutup telinga pada pada perihnya jeritanan 

Mereka sengaja mengabaikan kewajiban 
Setelah duduk nyaman dalam kekuasaan 

Mereka berpura-pura tidak menyaksikan 
Padahal hamparan kenyataan menyakitkan

Mereka berulah dengan gaya paling keren 
Diantara dasyat dan derasnya kekisruhan 

Mereka pandai berjilat ahli berekting 
Sementara nasib di sekitar terlontang-lanting 

Mereka tidak mengindahkan keluhuran Pancasila 
Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia di buat tidak ada




Selasa, 26 Juli 2011

untuk vella

Terimakasih Tuhan 
Engkau telah memberikan 
Sebuah kesempatan 
Melalui pertemanan 
Darinya aku dapatkan 
Berlipat keindahan 
Untuku dia selalu melapanhkan 
Sebuah kemungkinan harapan 
Setulus hati ku sampaikan 
Terimakasih  atas keberuntungan 
Yang telah Engkau turunkan 
Betapa mulianya ketulusa 
Dari sebuah rentangan tangan 
Aku peroleh kebahagiaan 
PadaMU ya ALLAH, kumohan
Agar di masa depan 
Ada suatu kebanggaan
Yang bisa kupersembahkan

super junior

Dengan mudahnya merajai hati 
Membuat dada bergetar mendamba 
Sungguh menjadi super idola 
Mendwngar nyanyian dari suara-suara 
Melihat gerak berpadu pesona-pesona 
 Hati wanita berguling-guling terpana 

Andaikan super junior tau 
Betapa menyiksanya rindu 
Apalagi yang harus dikatakan 
Karena kagum tak tergambarkan 
Super junior it's super boy 
You'r must say sorrr ,sorry 
Mewakili jeritan para wanita 
Yang mewabah tak ter hingga 
Seandainya dapat tersampaikan 
Mungkinkah mereka merasakan 
Penderitan yang telah di torehkan 
Tanpa bosan menghayalkan 
Tak lelah mengharapkan 
Sebuah mimpi yang takan terjadi


Minggu, 03 Juli 2011

tragedi

Benar, tidak ada yang abadi 
Silih ganti dan pergi 
Apa yang pernah dimiliki 
Hanya singgah tak sejati 
Dalam kehidupan ini 
Duka serta pelangi 
Selalu begitu harus di jalani 
Meski hal yang memiris hati 
Juga harapan yang enggan terjadi 
Hingga kesedihan mendominasi 
Badai pasti dapat di lalui 
Ternyata, kepedihan jalan hidup ini 
Terlalu keras dari yang di sadari 
Duri -duri yang harus di sibaki 
Serta peluh yang bagai bara api 
Yakin dibalik semua rencana illahi  
Ada hkmah yang maha tinggi

suju

Diantara miliaran juta wanita 
Akupun larut bertekuk lutut mendamba 
pada wajah-wajah seolah terukir dari cahaya 
Yang berpadu suara dasyat  luar biasa 
Sehingga kesempurnaan tercipta 
Keindahan yang patut di sanjung puja 
Suju para pencuri hati wanita 
Sungguh terlalu sangat menggoda 
Betapa tak terhitung para pencinta 
Yang menggila dan tersiksa 
Oleh karya serta paduan talenta 
Yang seperti cahaya magnetik full pesona 
Membuat rasa  menginginkan terlalu nyata 
Meski suju jauh nan di dunia maya 
Namun mampu membuat melayang bahagia 
Its you ,super junior ,love you more ,Angela

Minggu, 24 April 2011

ketika

Ketika lirik-lirik cinta tak tercipta
Ketika tak ada gelora tuk menggoda
Ketika kutersesat tanpa cahaya
Ketika nyanyian indah seolah sirna
Ketika lelah menghitung hari terasa
Ketika nyata kudapati arti kecewa
Ketika malam-malamku tanpa nyawa
Ketika pekat menyelimuti penuh hampa
Ketika lenyap sayup-sayup suara
Ketika tak ada nada-nada surga
Ketika, ketika, ketika itu tiba

sinar

Kukira  pertahanan  ini  kokon  nan  kuat 
Tapi, ternyata  aku  salah  total  
Kupikir  aku  tidak  akan  terjerumus
Pada  rasa  yang  sesungguhnya  tidak  boleh  kumiliki 
Ini  tak  pantas  bukan  tempatku  untuk  
membuka  hati 
Aku  benci  dan  merasa  hina  
Atas  apa  yang  mengalir  di dalam  dada 
Benar, aku  tidak  begitu  dalam 
Sampai  berkeinginan  memilikinya  
Meski  begitu , aku  merasa  kotor seperti  sampah 
Aku  hanya  debu  yang  jauh  dari  berarti  
Sedangkan  dia  sesosok  yang  berupa  keharuman 
Dimatanya  terdapat  impian  keindahan  
Dia  memiliki  senyum  berselimut  madu 
Aku  mengutuk  diriku  sendiri 
Karena  telah  menyelipkan  sinar  itu

Kamis, 07 April 2011

gelora

Tak ada gelora 
Hanya ada gelombang 

Jiwa yang terus mengumbara 
Menanti tanpa penghujung 

Seperti nikmatnya angin menyapa 
Diantara duka yang menggunung 

Rasa perih tanpa kata-kata 
Mengoyak menggunjing 

Diri ini lelah dalam hampa 
Yang mendera menggulung-gulung 

cepat,lekas dan yakinkanku

cepat,cepat,cepat cepatlah datang 
Hari dimana kemenangan besar 
Kemerdekaan atas koloni ilusi 
Hapuslah semua beban derita 
Munculah kekayaan diri 
Menggununglah sebuah pucuk juang 


Lekas, lekas, lekaslah tiba 
Akhir dari perjuangan panjang 
Pecahlah pertempuran suran 
Impian memetik satu titik tiba 
Tiada lagi hari-hari untuk mengiba 


Pasti; pasti, pastilah terjadi 
Jika tiada mengenal henti 
Untuk terus meyakinkan diri 
Percayalah seutuhnya pada keteguhan 
Niscaya lautan madukan menghampar 


Yakin, yakin, yakinlah pada sabar 
Jika ia selalu bersama dan mengakar 
Tiada kata ''takan mungkin terjadi 
Karna badai pasti dapat di lalui 
Sujudlah ....sukurlah....teruskanlah

IBUNDA

IBU kau cahayaku dalam kegelapan 
Kau kekuatanku dalam kehidupan 
Aku sungguh bergantung 
Pada kehangatan - kehangatan 
Dari segala kemurnian 
Yang telah engkau limpahkan 

Ibunda tersayang 

Ibu penuh luapan cinta 
Cintamu terasa menelusuk jiwa 
Tanpamu dunia gelap gulita 
Tanpamu kesukaran amat sangat terasa 
Tanpamu indahnya dunia tak tercipta 
Tanpamu takan ada surga 
Ibu kau sama berarti seperti sang pelita 
Yang hanya memberi tak terkira 
 

IBUNDA

Engkau terlalu berharga 
Senyummu laksana lukisan di surga 
Tunduk kepatuhanmu pada sang pencipta 
Membuatmu semakin mulya 
Tiada dapat yang menggantikan cinta 
Atau yang lebih patut tuk membalas jasa 
Jiwamu terlalu sempurna 
Menggeserkan keindahan mutiara 
Engkau adalah harta 
Berlapis tahta karunia 
Yang maha luarbiasa 
Maha luas tiada tara 
Kusadari jasamu begitu nyata 
Bahkan....., ternyata
Selimutmu mengakar di dasar jiwa 
Aku terlalu hina 
Untuk melantunkan bait-bait kata
                

IBUNDA

Aku cinta ibunda 
Berlapis-lapis sayang tak terhingga 
Bersamanya ada ketenangan 
Yang tidak tergambarkan 

Di sisinya selalu ada pancaran 
Sinar kasih, tulus dan sayang 
Memandangnya dengan penuh cunta 
Ada lautan kata yang membendung 

Cintanya berselimut sutra mutiara 
Ketulusannya sunggyh,sungguh terasa 
Sinarnya pencaran cahaya  dua dunia
Bunda terlalu berharga 

Dekapannya selalu terasa 
Kehangatanya mendasar di dada 
Cintanya yang besar tak pernah berubah 
Kelembutanya terlalu megah 

Sejak mengandung hingga melahirkan 
Hingga tumbuh menjadi dewasa 
IBUNDA,IBUNDA,IBUNDA 
Beliau selalu ada di sisi kita

IBUNDA

Sekian lama aku tersesat 
Kenapa aku terlambat
Terlambat menyadari dalam cintamu 
Menyadari kau urat nadiku 
Menyadari kau udara yang ku hirup
Menyadari perasan perih tulusmu
Kau telah menentang segala bahaya 
Bahkan maut sekalipun
Kau menyalurkan napas 
Saat kau mempertaruhkan nyawa di ujung kematian 
Saat kau merasakan daging terkoyak 
Urat yang bagai terputus-putus 
Dan darah yang mendidih mengalir 
 
Aku lupa.....Aku lalai
Akan jeritan dan rintihanmu 
Akan lengkingan sakitmu 
Akan derasnya keringat panas dinginmu 
Akan kelelahan yang mendera tubuhmu 
Aku lupa .....segalanya 
Aku terlambat menyadari bakti yang sesungguhnya
Seberapa pun banyak mutiara yang akan kupersembahkan 
Takan mampu menggantikan cinta dan pengorbananmu

Selasa, 22 Maret 2011

untukku

Aku tenggelam dalam sunyi yang menenggelamkanku 
Dan kini kekosongan dirayu dibujuk pilu 
Terasa sempurnalah kehampaan dalam hidupku
Jika saja tak ada usaha sekuat tenaga untuk maju 
Kesia-siaan hanya ada pada perhentian harapan 
Musibah besar akan mengubur perjuangan 
Tatkala keyakinan kalah dan kocar-kacir 
Terbirit-birit tergesa dirayu oleh samudra kelabu
 

sepiku

sekian lama aku terpenjara 
Oleh kebisuan jiwa 
Kini aku terikat sepi 
Yang menjebak ilusi 
Tak tergambarkan 
Tak pernah terbayang 
Jika aku harus menyelami 
Kesendirian yang tak bertepi 
Hidupku terasa beku 
Di kutuk kejam sembilu 
Kini kusadari arti 
Hari yang di penuhi pelangi 

selalu tentang sepi

Seribu sepi menemani 
Hingga di ujung hari 
Tiada senja yang menari-nari 
Tiada pula warna pelangi 

Hanya hening mendekap hati 
Menyisakan kebisuan ini 
Haripun terasa terputus dari mimpi

oh lelah ....tiada terobati 
Menanti warna-warni

Dengarkanlah

Desahan rintih terjerebab sepi 
Mengaung memecah sunyi 
Seolah takan terobati 

Ribuan butir kesedihan menjera diri 
Tiada bercak ,rasa berontak ini 
Daya upaya hanyalah inti sari 

Selalu jiwa melolong ini 
Terbom bardir mimpi 
Meratakan harapan kini 

Menyisakan kemurungan di hati 
Karena kehidupan yang harus di taati 
Juga proses harus yang harus di penuhi 

Apakah

Apakah kau pernah merasa sendirian 
Merasa perih waktu yang menyelimuti 
Sesaknya dada tertusuk sepi 
Dan begitu lambatnya waktu berjalan 
Menghancurkan jernih pikiran 
Membuat prasangka hujatan 
Dan kau tersesat kembali  
Seakan tak mampu lagi berdiri 



        

untuk impian

Aku ingin menciptakan sayap 
Untuk masa depan yang ingin ku santap 

Sungguh terlalu sangat melejit 
Dasar ingin entah terlalu sempit 

Karena angan yang terlanjur memuncak 
Godaan inginpun meledak 

Ku titih hari demi hari penuh harap
Ku tunggu dengan senjata doa dalam hidup 


Meski lelah, perih untuk menghadapi 
Namun yakin tuk membangun mimpi 


 

doaku untuk impian

YA...ALLAH berikan aku rizky
Untuk membangun mimpi
Hanya Engkau yang mengetahui
Betapa meluapnya angan-angan ini
Sungguh sulit menerjang penghadang

Untuk rasa rindu yang tak terbentang
Luapan cita yang tak tertahan
Meletup tak ingin teralihkan
Bersandar pada kesabaran
Rasa pahit menghimpit menyesakan
Harapan angan yang tak di ketahui
Yang tak terdeteksi para insani
Menyiksa dengan percikan -percikan
Terus merangkak mencoba bertahan

Hanya seuntai pengorbanan
Untuk menjernihkan masa depan
Sebatas usaha untuk mengalihkan
Tipu daya yang mematikan
Hanya Engkau maha mengetahui
Ku berserah dalam lelah
Memohon ampun penuh pasrah

menunggu

Terlalu lama aku menunggu 
Hingga tulang-tulangku beku
Hati dan jiwaku bersatu 
Dalam angan kelabu 
Menapaki hari yang mengiris pilu 
Di detik dimana aku tersedu 
Meratap pada pahit hidupku 
Ketika cahaya hati berbisik merdu 
Aku dibawa terbang kelangit biru 
Seolah aku pastikan bertemu 
Dengan ribuan doa yang kutunggu 
 

Selasa, 15 Maret 2011

EROFA

kemegahan berbalut elegan 
Kecantikan berbedak ke elokan
Keindahan berselimut ketakjuban 
Yangtak tergambarkan 
Yang membayang - bayang 
Betapa aku tergoda tak berdaya 
Olehmu Eropa 
Yang menyajikan keindahan dunia 
Eropa yang berpesona 
Ingin aku larut di sana 
Mencicipi keajaiban yang sesungguhnya 
Menbuncahkan rasa takjub 
Yang tak terbendung 
Ingin kupeluk dan kurauh 
Kejayaan sepanjang masa 
Di sana terasa 
Masa lalu dan sekarang begitu nyata 
Sepenuh hati aku menginginkan 
Meski hanya sekedar hembusan 
Eropa.....aku selalu mendanba 
Dan aku selalu merindu 
Meski tak pernah bertemu 
Seluruh daya tarikmu impian 
Hingga aku takbisa mengungkap
Pada takjud yang tak terucap 
Aku tak bisa menyingkab kata-kata 
Aku terlalu amatiran untuk menggambarkan eropa 
Tapi, aku jatuh cinta 
                          6Agustus 2010                

DOA

YA ALLAH ......aku berharap
Menghiba hanya  kepadaMU
Memohon dengan segenap hati dan jiwa
Hanya Engkau maha mengetahui
Raungan hambamu ini
Kepadamu kupasrahkan sejuta impian
Engkau tau insyan manapun yang terlunta
Dan Engkau mendengar setiap jeritan hamba
Aku sipendosa tak tau diri
Merintih agar segera mengecup mimpi
Aku lemah tanpa daya
Dalam upaya yang belum berupa

Gelombang

kutelan sebuah kekosongan derita 
Terasa mencekik terlalu hampa 
Membuat ruang ratapan tanpa nyawa 
Terseok terkikis rasa 
Alunan hidup enggan bercahaya 
Jiwa kering terperas dahaga 

Di setiap sudut  ruang jiwa
Terselip angan hembusan dari surga 
Namun belenggu penjara 
Mengutuk terlalu murka
Rencana demi rencana 
Hanya sebatas pelipur lara  
Tetes air mata 
Menjadi saksi nyata 
Rasa dahaga menjadi kian sempurna 


  20-08-2010

Sejatinya

         Sejatinya...........
Kami selalu menjadi korban 
Oleh kobaran -kobaran ketamakan 
Hak -hak kami di telanjangi lalu di kuliti 
Tapi para mafia pajak di perisai 
Kami benar - benar di suguhi tontonan 
Tipu daya muslihat yang maha membosankan 
Dulu kami di siksa koloni 
Sekarang di injak teman sendiri 
Keadilan bagi seluruh rakyat indonesia 
Itu adalah keagungan pancasila 
Sungguh,miris nurani ini 
Karna keagungan serta ketinggiannya tak lagi di hargai 
Sibodoh di nina bobokan 
Dengan mudah oleh sogokan - sogokan 
Yang berilmu di suapi devisa 
Juga diberi tunjangan tahta 
Yang miskin di paksa semakin susah nelangsa 
Yang kaya lebih sumringah bahagia 
Sejatinya ,ini adalah tipu daya 
Untuk bangsa lupa martabat tak lagi berbudaya 


                                Ahad 27februari2011

Selasa, 08 Maret 2011

Jerit petani kere

Kemiskinan bukan didepan mata 
Tapi,menjalar dan menyelimuti dengan nyata 
Begitu jugaketidak adilan yang meraja lela 
Menghimpit membuat kami tak berdaya 
Kemakmuran petani kere benar tak ada 
Karena,jerih payah peluh tak lagi berharga 
Petani kere bosan dengan dusta 
                             siti jumaenah  24feb2011

Miskiiiiiin

 Prahara derama nyata
Menggulung gelombang ,menggonjang  ganjing
Peluh harap,parah .Kering -kerontang
Menggonggong ,mengaung ,mengerang
Tat ada yang dengar
Dan tak ada lagi yang mau peduli
Kerisis kepercayaan telah menjaya
Mereka buta hati buta jiwa
Karena, senggaja menyumbat telinga
Wahai.....raja koruptor yang aggung
Tolong sisakan sedikit uang
Untuk rakyat jelata yang malang
    miskin....miskin ....miskin ....

Rakyat miskin harta
Wakil rakyat miskin nurani jiwa
Kemiskinan memayungi bangsa
Bumi pertiwi tak lagi berduka
Habis air mata tak tersisa
Kasihan petempur negara
Mereka di kubur nelangsa
Wahai......pahlawan depisa
Engkau miskin dan disiksa
Kantong pejabat yang maha kaya
Mereka menimbun devisa
Kita yang luar biasa sengsara
                                   
    
                                  jumeenah, 24pebruari2011

Selasa, 22 Februari 2011

getar getir cinta

     ini memang tidak aneh ,aku sering merasa jiwaku tertarik ,aliran darah mendidih ,dan jantungku berdekup kencang .ketika aku menyukai sesorang tapi,kali ini jauh berbeda .hatiku seperti brguling-guling ,dan getaranya m elebihi gelora asmara yang pernahku alami .dan belakangan ini aku sulit memahami diriku                                    ya,semenjak ozzie datang kedalam otakku .aku menjadi pesakitan,karna dadakuselalu dipenuhi dengan kerinduan ,padahal ozzie selalu ada di sekitarku .aku tidaksanggup membayangkan jika ozzie akan segera menghilang dari hari-hariku ,aku ingin memilikinya .seperti aku mwmiliki ragaku ,yang tidak mungkin terpisah kcuali saruhal .aku sungguh mengingimkan ozzie melebihi apapun saat ini                                                                                                      perasaan yang telah membantai hal-hal nyata di dalam otakku ini .dan hanya menyisakan ruang aneh yang menyiksa ,sudah menjalar selama enam minggu .dan etiap hari bertambah smakin dalam ,membuatku semakin terpuruk. akusangat menyayangkan kenapa aku baru menyadari  .enapa di saatakan ada perpisahan cinta ini baru tumbuh .danpertanyaan terbsar ,knapa aku mnyukai orang malas,yang jauh dari prstasi ,apa aku sudah mulai rabun,,,,,atau aku benar-benar telah buta ,,,,,,,,karna dimataku tidak ada lagi leleki ganteng dan luar biasa tampan slain ozzie.....ozzie dan ozzie      .