Kamis, 25 Oktober 2012

Ada dimana-mana

Sampai kapan ini begini
Tuhan, meski aku tau dan menyadarinya 
Mungkin saja dia bukan untuk diri ini 
Kejelasan bayangannya semakin menjadi-jadi 
Air mata untuknya tak terpungkiri 
Beginikah nelangsa cinta sok sejati 
Kulihat sepasang warna handuk, dia yang terpatri 
Juga saat sejodoh sikat gigi, tentangnya memutarai 
Ya. Dimanapun dia ada dimana-mana 
Lukisan perasaanku yang terbentang lapang 
Hanya tersedia untuk dirinya 
Entahlah dia itu lagu dalam hidupku 
Atau hanya sebuah empedu 
Keduanya serupa nan senanda 
Aku tengah belajar memasrahkan diri 
Pada Tuhanku, yang paling Maha memiliki 
Untuk dapat lepas dari lekat dan padatnya 
Dia di dalam hati 
Semoga saja bisa dan lebih mudah dari yang bayang
Untuk melipakan tentangnya yang ada di mana-mana

Senin, 15 Oktober 2012

Nuansa

Saat merasa hati berbunga ketika memandang langit
Kelegaan tak terucap membuncah 
Bahwa aku tgelah berjumpa mimpi hidup
Kesadaran hati berucap Sujud
Namun ada yang masih menyumbat 
Bagaimana? seandainya apa lagi tahap juang selanjutnya 
Menari-nari dalam luapan syukur sesungguhnya
Lagi, aku ingin berjumpa dengan saat-saat indah

Rabu, 02 Mei 2012

Disini


Aku masih disini Masih begini Di tempat ini Lebih dari 120 hari Telah terlewati Aku susah payah Tak bisa memalingkan lelah Setiap hari disiksa keluh kesah Aku tak ingin Berputar lagi ke sini Aku benci Di permainkan terik matahari

pasrah


Aku pasrah Dalam lelah Yang tanpa arah Namun tak menyerah Meski di dera sedih Dan tertatih Hatiku tetap berkerah Mengharap hidayah Aku sungguh-sungguh Dan menyebarkan benih Ketulusan yang akan selalau utuh

Kamis, 19 April 2012

Buku II


Selalu ada yang hidup ketika kuberkutat dengannya Jiwaku dibawa melang-lang buana Jauh,jauh ketempat yang tak kasat mata Pengamatanku tentang pengetahuan amat lemah Ketika itu berlangsung dadaku ikut bergetar Sungguh amat nikmat mengingat nyataku kini Dunia belum mengakui keberadaanku Dengannya,bersamanya aku tersirami kesejukan-kesejukan hidup Aku amat terlena dibuai angan-anganku Ingin segera kusinggahi dan kutemui Wujud-wujud bujukan itu

Duka dan Lara


Segudang cerita tentang seribu duka Bukti nyata bahwa hanya ada luka Bias-bias itu kian muram tampa rona Kenyataan bicara memiris nurani dijiwa Para pemberani itu tidak takut menggadaikan nyawa Mereka bukan tidak betah tetap di Nusantara Aku dengar nyanyian puilu yang ada Akupun lihat lara yang semakin mendurja Hanya sebagai pengelabuhan semata Penghormatan sebagai pahlawan devisa Nyata keadilan untuknya seolah buta Tuntutan hidup yang semakin membudaya Hingga mengais nafkah harus ke Negri tetangga Alih-alih berharap bisa kaya Fakta yang ada hanya duka dan luka

Bintang


Aku duduk di bawah langit berpayung bintang Dalam gelap,kurasakan takjub kenikmatan tiada tara Hingga mata ini sungguh tak ingin beranjak Aku selalau menunggu-nunggu saat seperti ini Meski luka-luka dihati menimbun dadaku Dan rindu-rindu yang tak mampu kulampiaskan Lagu cinta yang melantun paling kubenci Karena rasa sakit mengoyak dengan tikaman amat keji Aku sungguh terpuruk dalam jebak malam pekat Keindahan yang tak terhingga itu sebagai penghipur laraku Kini aku makin tak ingi beranjak Meski air muka membanjiri pipi Aku tak bisa apa-apa dalam kehampaan kelam Aku terus menunggu bintang-bintang itu berjatuhan Lalu hinggap dan menetap di dalam dadaku

Buku I


Aku bukan kutu buku Namun setiap kali aku berusaha menyelaminya Selalu,selalu ada yang menjerat dan menarik-narik Membujukku ke satu tujuan Atau mengajaku untuk merasakan Hal yang jauh untuk kulampui saat ini Aku telah di beri mimpi Yang mempengaruhi imazinasi Terkadang tersiksa karena betapa kuat getaran itu Hingga aku pilu membayangkan Karena terlalu membutuhkannya Yang mendera diriku saat ini begitu Hingga aku bertekad menghidupkannya

Sabtu, 03 Maret 2012

She pemimpi

Ketika datang gejolak yang penuh gelora
Semburan dijiwa begitu membara
Aku kembali menyusuri rencana
Untuk menggapai puncak menara
Dalam guyuran air deras mata
Tersisip nada-nada sang surya
Ketika ku dibuat meraung
Akupun terluka
Bagaimanakah sikap pemimpi sejati yang sesungguhnya
Aku membutuhkan bensin untuk memompa tenaga

Jumat, 02 Maret 2012

LELAH

Allahhu Akbar aku lelah terkapar Ini terasa menyesakan Aku begini lagi,aku tersungkur Mengapa aku begitu tertusuk Terus mengeluh dan menjerit Aku takut tersesat Karena jelmaan tak sukur Harapan yang terlalu tinggi akhirnya menghimpit Ternyata terbukti bahwa aku amat lemah Kalau diselami begini aku makin tenggelam Belum lagi luka lama yang tak bisa kukubur Menyiksa,sungguh menyiksa Aku tau aku sangat menyadarinya Bahwa aku belum pantas mendapatkannya Tapi aku sudah kekeh begini Aku,aku aku,aku menginginkan itu

Kota tujuan

Aku dimabuk aroma
Jiwaku selalu ingin kesana
Tarikan itu magis mengusik jiwa
Tariannya pun menyiksa isi kepala
Aku berharap akan mengapai cahaya
Seolah-olah aku dapat mengintip surga
Disana, aku ingin melebur bersama
Nyanyian berpadu musik yang menggema

cinta

>Cintaku semakin terasa mendalam
Kutak bisa berpaling dari mu
Sepertinya aku di kutuk rasa merindu
Untuk terus teringat padamu
Aku memendam siksaan ini
Menyukaimu aku lelah
Sejuta pengorbananku takan sampai
Hatiku remuk terluka dan berduka
Aku juga benci semakin menginginkanmu
Tapi bagaimana ini,perasaan tak terkendali
Telah menancap dan mengakar dikalbu
Aku merasa di siksa oleh tusuka-tusukan ini
Nyatanya logikaku telah buntu dan beku
Aku ingin berhenti sampai disini
Meski aku tau itu tak mudah
Kelihatannya aku harus menyelami luka
Untuk waktu yang tidak terdeteksi
Aku seolah berjalan diantara duri
Yang ketajamannya merasuk kesanu bari

Kamis, 23 Februari 2012

janjiku

Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku
Meski aku tau peluang itu begitu tipis
Aku akan berusaha menggapaimu dan menyentuh cintamu
Aku berjanji takan membuatmu terluka
Dan aku akan selalu membuatmu bahagia memilihku
Aku bersumpah takan pernah membuatmu menyesal memilikiku
Cintaku di penuhi kesederhanaan yang luhur
Aku begitu berharap memilikumu seutuhnya
Oh, Tuhan tusukanlah perasaan ini kedalam hatinya
Karena,untuknya aku rela berkorban
Karena,deminya aku siapkan setia
Karena, aku akan mempersembahkan
Manisya madu suci dari surga

Selasa, 24 Januari 2012

kesah

Aku menahannya Agar aku tak menangangis Tuhan ,ini terlalu sulit terasa Meski aku tau takan selamanya begini Hari esok pastikan ada penerang Cahaya itu,aku yakin akan datang Pasti,pasti kebaikan akan menghampiriku Tapi aku terlalu lemah memaknai hikmah Aku tak tahan menghadapi hati yang sepi Mengapakah begitu terasa semakin menjauh Namun angan itu hidup dan utuh Didadaku di jiwaku ada energi yang memukau Apakah hati ini yang terlalu melebih-lebihkan Atau memang harus begitu aku merasa seolah dikutuk sembilu pilu Keresahan ini terkadang seakan mematikanku Ternyata sabar itu sulit di tanamkan Aku,tak pernah tau akan hal itu Karena sepertinya aku orang yang tak sabaran Dalam langkahku yang membutuhkan ketentraman Dan cahaya pelindung sebagai penerang Aku takan menyalahkan keadaan Aku pun tak mau berhenti berjuang