Sampai kapan ini begini
Tuhan, meski aku tau dan menyadarinya
Mungkin saja dia bukan untuk diri ini
Kejelasan bayangannya semakin menjadi-jadi
Air mata untuknya tak terpungkiri
Beginikah nelangsa cinta sok sejati
Kulihat sepasang warna handuk, dia yang terpatri
Juga saat sejodoh sikat gigi, tentangnya memutarai
Ya. Dimanapun dia ada dimana-mana
Lukisan perasaanku yang terbentang lapang
Hanya tersedia untuk dirinya
Entahlah dia itu lagu dalam hidupku
Atau hanya sebuah empedu
Keduanya serupa nan senanda
Aku tengah belajar memasrahkan diri
Pada Tuhanku, yang paling Maha memiliki
Untuk dapat lepas dari lekat dan padatnya
Dia di dalam hati
Semoga saja bisa dan lebih mudah dari yang bayang
Untuk melipakan tentangnya yang ada di mana-mana
Kamis, 25 Oktober 2012
Senin, 15 Oktober 2012
Nuansa
Saat merasa hati berbunga ketika memandang langit
Kelegaan tak terucap membuncah
Bahwa aku tgelah berjumpa mimpi hidup
Kesadaran hati berucap Sujud
Namun ada yang masih menyumbat
Bagaimana? seandainya apa lagi tahap juang selanjutnya
Menari-nari dalam luapan syukur sesungguhnya
Lagi, aku ingin berjumpa dengan saat-saat indah
Kelegaan tak terucap membuncah
Bahwa aku tgelah berjumpa mimpi hidup
Kesadaran hati berucap Sujud
Namun ada yang masih menyumbat
Bagaimana? seandainya apa lagi tahap juang selanjutnya
Menari-nari dalam luapan syukur sesungguhnya
Lagi, aku ingin berjumpa dengan saat-saat indah
Rabu, 02 Mei 2012
Disini
pasrah
Kamis, 19 April 2012
Buku II
Duka dan Lara
Bintang
Buku I
Sabtu, 03 Maret 2012
She pemimpi
Ketika datang gejolak yang penuh gelora
Semburan dijiwa begitu membara
Aku kembali menyusuri rencana
Untuk menggapai puncak menara
Dalam guyuran air deras mata
Tersisip nada-nada sang surya
Ketika ku dibuat meraung
Akupun terluka
Bagaimanakah sikap pemimpi sejati yang sesungguhnya
Aku membutuhkan bensin untuk memompa tenaga
Semburan dijiwa begitu membara
Aku kembali menyusuri rencana
Untuk menggapai puncak menara
Dalam guyuran air deras mata
Tersisip nada-nada sang surya
Ketika ku dibuat meraung
Akupun terluka
Bagaimanakah sikap pemimpi sejati yang sesungguhnya
Aku membutuhkan bensin untuk memompa tenaga
Jumat, 02 Maret 2012
LELAH
Allahhu Akbar aku lelah terkapar
Ini terasa menyesakan
Aku begini lagi,aku tersungkur
Mengapa aku begitu tertusuk
Terus mengeluh dan menjerit
Aku takut tersesat
Karena jelmaan tak sukur
Harapan yang terlalu tinggi akhirnya menghimpit
Ternyata terbukti bahwa aku amat lemah
Kalau diselami begini aku makin tenggelam
Belum lagi luka lama yang tak bisa kukubur
Menyiksa,sungguh menyiksa
Aku tau aku sangat menyadarinya
Bahwa aku belum pantas mendapatkannya
Tapi aku sudah kekeh begini
Aku,aku aku,aku menginginkan itu
Kota tujuan
Aku dimabuk aroma
Jiwaku selalu ingin kesana
Tarikan itu magis mengusik jiwa
Tariannya pun menyiksa isi kepala
Aku berharap akan mengapai cahaya
Seolah-olah aku dapat mengintip surga
Disana, aku ingin melebur bersama
Nyanyian berpadu musik yang menggema
Jiwaku selalu ingin kesana
Tarikan itu magis mengusik jiwa
Tariannya pun menyiksa isi kepala
Aku berharap akan mengapai cahaya
Seolah-olah aku dapat mengintip surga
Disana, aku ingin melebur bersama
Nyanyian berpadu musik yang menggema
cinta
>Cintaku semakin terasa mendalam
Kutak bisa berpaling dari mu
Sepertinya aku di kutuk rasa merindu
Untuk terus teringat padamu
Aku memendam siksaan ini
Menyukaimu aku lelah
Sejuta pengorbananku takan sampai
Hatiku remuk terluka dan berduka
Aku juga benci semakin menginginkanmu
Tapi bagaimana ini,perasaan tak terkendali
Telah menancap dan mengakar dikalbu
Aku merasa di siksa oleh tusuka-tusukan ini
Nyatanya logikaku telah buntu dan beku
Aku ingin berhenti sampai disini
Meski aku tau itu tak mudah
Kelihatannya aku harus menyelami luka
Untuk waktu yang tidak terdeteksi
Aku seolah berjalan diantara duri
Yang ketajamannya merasuk kesanu bari
Kutak bisa berpaling dari mu
Sepertinya aku di kutuk rasa merindu
Untuk terus teringat padamu
Aku memendam siksaan ini
Menyukaimu aku lelah
Sejuta pengorbananku takan sampai
Hatiku remuk terluka dan berduka
Aku juga benci semakin menginginkanmu
Tapi bagaimana ini,perasaan tak terkendali
Telah menancap dan mengakar dikalbu
Aku merasa di siksa oleh tusuka-tusukan ini
Nyatanya logikaku telah buntu dan beku
Aku ingin berhenti sampai disini
Meski aku tau itu tak mudah
Kelihatannya aku harus menyelami luka
Untuk waktu yang tidak terdeteksi
Aku seolah berjalan diantara duri
Yang ketajamannya merasuk kesanu bari
Kamis, 23 Februari 2012
janjiku
Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku
Meski aku tau peluang itu begitu tipis
Aku akan berusaha menggapaimu dan menyentuh cintamu
Aku berjanji takan membuatmu terluka
Dan aku akan selalu membuatmu bahagia memilihku
Aku bersumpah takan pernah membuatmu menyesal memilikiku
Cintaku di penuhi kesederhanaan yang luhur
Aku begitu berharap memilikumu seutuhnya
Oh, Tuhan tusukanlah perasaan ini kedalam hatinya
Karena,untuknya aku rela berkorban
Karena,deminya aku siapkan setia
Karena, aku akan mempersembahkan
Manisya madu suci dari surga
Meski aku tau peluang itu begitu tipis
Aku akan berusaha menggapaimu dan menyentuh cintamu
Aku berjanji takan membuatmu terluka
Dan aku akan selalu membuatmu bahagia memilihku
Aku bersumpah takan pernah membuatmu menyesal memilikiku
Cintaku di penuhi kesederhanaan yang luhur
Aku begitu berharap memilikumu seutuhnya
Oh, Tuhan tusukanlah perasaan ini kedalam hatinya
Karena,untuknya aku rela berkorban
Karena,deminya aku siapkan setia
Karena, aku akan mempersembahkan
Manisya madu suci dari surga
Selasa, 24 Januari 2012
kesah
Aku menahannya
Agar aku tak menangangis
Tuhan ,ini terlalu sulit terasa
Meski aku tau takan selamanya begini
Hari esok pastikan ada penerang
Cahaya itu,aku yakin akan datang
Pasti,pasti kebaikan akan menghampiriku
Tapi aku terlalu lemah memaknai hikmah
Aku tak tahan menghadapi hati yang sepi
Mengapakah begitu terasa semakin menjauh
Namun angan itu hidup dan utuh
Didadaku di jiwaku ada energi yang memukau
Apakah hati ini yang terlalu melebih-lebihkan
Atau memang harus begitu
aku merasa seolah dikutuk sembilu pilu
Keresahan ini terkadang seakan mematikanku
Ternyata sabar itu sulit di tanamkan
Aku,tak pernah tau akan hal itu
Karena sepertinya aku orang yang tak sabaran
Dalam langkahku yang membutuhkan ketentraman
Dan cahaya pelindung sebagai penerang
Aku takan menyalahkan keadaan
Aku pun tak mau berhenti berjuang
Langganan:
Komentar (Atom)