Aku pernah begitu terperdaya olehnya
Saat aku mendapati sesuatu
Telah lenyap begitu saja
Waktu seolah mempermainakan
Rasa sakit itu begitu menakjubkan
Mengoyak lalu merabut paksa
Dalam waktu-waktu tertentu
Aku terpuruk bersimbah
Dalam kekosongan yang panjang
Dalam kegetiran nan mengilukan
Saat aku menyadari sepi
Jiwaku dikalungi kesesakan
Dadaku seolah tak tahan
Ia berontak hingga meledak
Aku sungguh di permainkan
Ketiadaan tak berunding ingin menetap
Dalam hidupku, dalam hari-hariku
Dia ingin aku tenggelam
Kedalam kegelapan yang dalam
Apa ini hanya sebuah kenistaan
Pernahkah mereka memaknai ini
Aku sungguh mencintai
Aku bersukur bisa memaknai
Karunia yang menghangatkan hati
Satu hal yang dapat kusadari
Hanya Tuhan, hanya Dia yang sejati
Sang pembalas rindu nan Abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar